Apa Beda OSN dan KSM? Penyelenggara, Soal, dan Pesertanya
Beda OSN dan KSM terletak pada penyelenggara dan corak soalnya. OSN digelar kementerian pendidikan sejak 2002 dengan soal sains murni penuh penalaran, sedangkan KSM digelar Kementerian Agama sejak 2012 dengan soal sains yang terintegrasi nilai keislaman, misalnya hitungan waris dalam Matematika. Sejak 2025 KSM melebur ke Olimpiade Madrasah Indonesia sebagai bidang sains.
Dua kompetisi sains, dua kementerian pengampu
OSN (Olimpiade Sains Nasional) dan KSM (Kompetisi Sains Madrasah) sama-sama kompetisi sains berjenjang tingkat nasional, dan keduanya kerap membingungkan karena alurnya mirip. Pembedanya dimulai dari pengampu. OSN berada di bawah kementerian pendidikan, dahulu Kemendikbud dan kini Kemendikdasmen, dengan pelaksana teknis BPTI, unit yang mengurus ajang talenta pelajar. Ajang ini sudah bergulir sejak 2002 dan menjadi kompetisi sains tertua yang masih berjalan di Indonesia. KSM lahir satu dekade kemudian, tepatnya 2012, digagas Kementerian Agama sebagai panggung sains bagi siswa madrasah dari jenjang MI, MTs, sampai MA.
Alur seleksinya sekilas kembar. Keduanya menapak dari penyaringan internal sekolah atau madrasah, naik ke level kabupaten dan kota, lanjut ke level provinsi, dan berpuncak pada babak nasional. Keduanya juga sudah memakai tes berbasis komputer di hampir semua tahap. Perbedaan menajam saat Anda membuka lembar soalnya, meneliti bidang yang dilombakan, dan melihat ke mana medali tiap ajang bermuara. Tiga hal itulah yang paling menentukan pilihan Anda atau anak Anda.
Corak soal: sains murni berhadapan dengan sains terintegrasi
Soal OSN adalah sains murni. Matematika diuji sebagai matematika, Fisika sebagai fisika, dengan tipe soal non-rutin bergaya HOTS, kependekan dari Higher Order Thinking Skills, level berpikir yang menuntut Anda merangkai beberapa konsep sekaligus pada persoalan yang tidak tersedia di buku latihan biasa. Standar ini dipilih karena OSN menjadi gerbang pembibitan wakil Indonesia untuk ajang sains dunia, sehingga kedalaman penalaran diadu tanpa muatan tambahan.
Soal KSM memakai fondasi sains yang setara, lalu membungkusnya dengan integrasi nilai keislaman. Sejak 2018 seluruh bidang KSM memuat unsur ilmu agama Islam yang relevan: soal Matematika dapat berangkat dari perhitungan pembagian waris, soal Geografi dapat menyentuh penentuan arah kiblat, dan sebagian istilah disajikan dalam konteks Al-Quran, hadis, atau fikih. Bagi peserta dari madrasah, muatan ini terasa akrab karena sejalan dengan pelajaran hariannya. Bagi peserta dari sekolah umum, integrasi inilah materi ekstra yang perlu dipelajari khusus sebelum bertanding.
Bidang lomba dan siapa yang boleh mendaftar
Cakupan bidang keduanya berbeda cukup jauh di jenjang atas. OSN jenjang SD melombakan 2 bidang, jenjang SMP 3 bidang, dan jenjang SMA paling luas dengan 9 bidang, termasuk Astronomi, Kebumian, dan Informatika. KSM melombakan total 11 bidang terintegrasi: 2 bidang di jenjang MI, 3 bidang di jenjang MTs, serta 6 bidang di jenjang MA, yakni Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, dan Ekonomi. Peminat Astronomi, Kebumian, atau Informatika praktis hanya menemukan panggungnya di OSN.
Soal kepesertaan, kedua ajang kini saling terbuka. Siswa madrasah sah mengikuti OSN karena ajang ini menerima seluruh satuan pendidikan sederajat. Arus sebaliknya juga berjalan: sejak 2016 murid SD, SMP, dan SMA umum boleh mendaftar KSM. Datanya nyata, pada gelaran 2025 tercatat 202.117 peserta lolos verifikasi di tingkat kabupaten dan kota, termasuk 9.612 murid dari sekolah umum. Artinya Anda tidak harus memilih salah satu sejak awal; yang membatasi tinggal jadwal dan kesiapan materi.
KSM kini menjadi bagian Olimpiade Madrasah Indonesia
Mulai 2025 Kementerian Agama meleburkan KSM bersama ajang riset MYRES ke satu wadah bernama OMI, Olimpiade Madrasah Indonesia. KSM menempati posisi OMI bidang sains, sementara MYRES menjadi OMI bidang riset. Gelaran perdananya dibuka 11 Agustus 2025, berjenjang sampai babak nasional yang mempertemukan 484 siswa terbaik di Kota Tangerang pada 10 sampai 14 November 2025. Nama boleh berganti, format seleksi dan corak soal terintegrasinya tetap melanjutkan tradisi KSM, jadi pantau juknis tahun berjalan lewat kanal resmi Kemenag.
Muara prestasinya juga layak Anda timbang. Medali babak nasional OSN, terutama jenjang SMA, membuka undangan pembinaan tim nasional menuju ajang dunia, IMO di cabang Matematika serta IPhO di cabang Fisika. Prestasi KSM dan OMI diapresiasi lewat penghargaan nasional Kemenag dan memperkuat rekam jejak akademik, dan sebagian kampus menghargainya pada seleksi jalur prestasi sesuai kebijakan masing-masing. Bila target akhirnya panggung internasional, jalur OSN yang menyediakan tangganya.
Menimbang pilihan dan menyiapkan dua ajang sekaligus
Kabar baiknya, kalender keduanya berjauhan sehingga mengikuti dua-duanya realistis. Babak kabupaten dan kota OSN jatuh sekitar Juni, sementara rangkaian OMI dimulai Agustus, memberi jeda persiapan sekitar dua bulan. Fondasi latihannya pun beririsan besar: konsep bidang yang kokoh dan jam terbang soal penalaran non-rutin berlaku untuk keduanya. Peserta yang menyasar KSM tinggal menambah satu lapis belajar, yaitu membiasakan diri membaca soal berbingkai keislaman dan menguasai istilah agamanya.
Bila Anda atau anak Anda membidik salah satu atau keduanya, bimbingan olimpiade Exademy memakai pola satu tutor mendampingi satu siswa melalui empat fase terukur: kemampuan awal dipotret pada fase Diagnostic, celah konsep ditutup pada fase Penguatan, tempo menyelesaikan soal penalaran dinaikkan lewat Drilling, dan fase Tryout menutup persiapan dengan simulasi tes komputer sesuai ajang yang dituju. Tutor dipilihkan menurut bidang lomba dan jenjang, sehingga rencana latihan menempel pada titik lemah yang sesungguhnya.
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Apakah siswa madrasah boleh ikut OSN?
Boleh. OSN menerima peserta dari seluruh satuan pendidikan sederajat, sehingga siswa MI, MTs, dan MA dapat bertanding bersama siswa SD, SMP, dan SMA. Pendaftarannya berjalan kolektif lewat sekolah atau madrasah masing-masing sesuai juknis tahun berjalan.
Apakah murid sekolah umum boleh ikut KSM?
Boleh, pintu ini terbuka sejak 2016. Pada gelaran 2025 yang sudah bernama OMI, tercatat 9.612 murid sekolah umum ikut mendaftar di tingkat kabupaten dan kota. Murid sekolah umum perlu menyiapkan muatan integrasi keislaman yang menjadi ciri soal ajang ini.
Mana yang lebih sulit, soal OSN atau soal KSM?
Keduanya menuntut penalaran jauh di atas level ulangan sekolah, jadi bobotnya sekelas. Letak tantangannya berbeda: OSN menguji kedalaman sains murni per bidang, sementara KSM menambah lapisan konteks keislaman yang menuntut penguasaan istilah agama di samping konsep sainsnya.
Apakah KSM masih ada setelah munculnya OMI?
Substansinya masih ada. Sejak 2025 KSM dilebur ke Olimpiade Madrasah Indonesia dan berjalan sebagai OMI bidang sains, berdampingan dengan MYRES yang menjadi OMI bidang riset. Alur seleksi berjenjang dan corak soal terintegrasinya melanjutkan format KSM sebelumnya.
Bolehkah satu siswa mengikuti OSN dan KSM pada tahun yang sama?
Boleh, sepanjang memenuhi syarat juknis masing-masing ajang. Jadwalnya cenderung berjauhan, babak kabupaten dan kota OSN sekitar Juni sedangkan rangkaian OMI dimulai Agustus, sehingga banyak siswa madrasah menjadikan OSN sebagai pemanasan sebelum turun di ajang Kemenag.