Musim Ujian

Sekolah KedinasanPendaftaran online via SSCASN Dikdin0 hari lagi · 25 Juli 2026

AKM ANBKPendaftaran dan pendataan peserta (SMA/MA/SMK)2 hari lagi · 27 Juli 2026

CPNSPendaftaran SSCASN7 hari lagi · 1 Agustus 2026

UKMPPDTry Out UKOMNAS Periode III8 hari lagi · 2 Agustus 2026

PKN STANTes Potensi Akademik (TPA), Tes Bahasa Inggris (TBI), dan Tes Psikologi10 hari lagi · 4 Agustus 2026

KSM / KASM - Kompetisi Sains MadrasahSeleksi tingkat satuan pendidikan (madrasah)16 hari lagi · 10 Agustus 2026

SIPENCATAR KemenhubSeleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis CAT17 hari lagi · 11 Agustus 2026

Brevet PajakPelaksanaan Ujian (Tingkat A, B, C)17 hari lagi · 11 Agustus 2026

Siapkan Sekarang

Apa Itu Tes Kesamaptaan Jasmani TNI Polri? Samapta A, B, dan Lari 12 Menit

Tes kesamaptaan jasmani adalah tes kebugaran fisik dalam seleksi TNI dan Polri yang mengukur daya tahan dan kekuatan tubuh Anda. Tes ini terbagi dua: Samapta A berupa lari selama 12 menit, dan Samapta B berisi pull up, sit up, push up, serta shuttle run lari membentuk angka 8. Sebagian seleksi menambahkan tes renang.

Mengenal kesamaptaan jasmani dan kenapa diuji

Kesamaptaan jasmani, sering disingkat samapta atau garjas (kesegaran jasmani), adalah tahap seleksi yang mengukur kebugaran fisik calon prajurit TNI dan anggota Polri. Penyelenggara seleksi ingin memastikan tubuh Anda sanggup menanggung beban tugas lapangan yang berat, mulai dari lari jarak jauh, mengangkat beban, sampai bergerak cepat dalam situasi darurat.

Tahap ini muncul di hampir semua jalur, mulai dari Akmil, Akpol, sekolah perwira, sampai penerimaan Bintara dan Tamtama. Skor kesamaptaan ikut menentukan kelulusan Anda ke tahap berikutnya, sehingga persiapan fisik yang terprogram menjadi penentu sejak jauh hari.

Penilaian memakai standar terukur dengan rentang nilai untuk tiap gerakan. Angka itu lalu digabung menjadi nilai kesamaptaan total yang dibandingkan dengan ambang minimal yang ditetapkan panitia setiap tahun.

Samapta A dan Samapta B: komponen yang diuji

Samapta A adalah tes lari selama 12 menit memakai metode Cooper. Anda berlari mengitari lintasan, dan jarak total yang Anda tempuh dalam 12 menit dikonversi menjadi nilai. Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin tinggi nilai yang Anda peroleh. Bagian ini mengukur daya tahan jantung dan paru.

Samapta B menguji kekuatan dan kelincahan lewat serangkaian gerakan, masing-masing dihitung dalam satuan waktu satu menit. Gerakannya meliputi pull up untuk peserta pria, chinning atau gantung angkat tubuh untuk peserta wanita, lalu sit up, push up, dan shuttle run berupa lari bolak-balik membentuk angka 8. Jumlah pengulangan yang sah menentukan nilai tiap pos.

Beberapa jalur seleksi, terutama perwira dan akademi, menambahkan tes renang sejauh sekitar 25 meter serta pemeriksaan postur tubuh atau antropometri. Komponen tambahan ini memastikan calon memenuhi tuntutan tugas spesifik di matra atau satuan tertentu.

Cara penilaian dan persiapan yang terukur

Nilai akhir kesamaptaan biasanya merupakan gabungan dari Samapta A dan Samapta B, dengan sebagian seleksi menerapkan nilai minimal per komponen. Satu pos yang lemah dapat menarik turun nilai keseluruhan Anda, sehingga latihan perlu menyentuh semua gerakan secara merata sampai pos terlemah Anda ikut terangkat.

Persiapan yang efektif menyasar pola tiap gerakan: latihan interval untuk menambah jarak lari 12 menit, latihan beban tubuh bertahap untuk pull up dan push up, serta latihan kelincahan untuk shuttle run. Catat capaian Anda tiap pekan agar peningkatannya terukur dan target nilai terlihat jelas.

Di program persiapan TNI dan Polri Exademy, bimbingan satu tutor satu siswa memetakan kondisi fisik awal Anda lewat diagnostic, lalu menyusun program penguatan dan drilling sampai mendekati simulasi tes nyata. Tutor diseleksi sesuai jalur seleksi yang Anda tuju, sehingga latihan fisik berjalan seiring persiapan tes akademik dan psikotes.

Pertanyaan yang Sering Ditanya

Apa beda Samapta A dan Samapta B?

Samapta A adalah tes lari 12 menit yang mengukur daya tahan, sedangkan Samapta B menguji kekuatan dan kelincahan lewat pull up, sit up, push up, dan shuttle run yang masing-masing dihitung dalam satu menit.

Apakah peserta wanita melakukan pull up juga?

Peserta wanita umumnya melakukan chinning, yaitu gantung angkat tubuh dengan posisi modifikasi, sebagai pengganti pull up. Gerakan lain seperti sit up, push up, dan shuttle run tetap sama dengan peserta pria.

Apakah tes kesamaptaan TNI dan Polri menyertakan renang?

Sebagian jalur, terutama perwira dan akademi seperti Akmil dan Akpol, menambahkan tes renang sejauh sekitar 25 meter. Penerimaan Bintara dan Tamtama tidak selalu mewajibkannya, jadi cek ketentuan resmi tahun berjalan.

Daftar